Kumpulan Cerita Bokep Online Terpanas di Indonesia.

cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita sex sedarah

PETUALANGAN SEKS TERLIAR (BAGIAN2) - BOKEP TERKINI | AGEN QQ


PETUALANGAN SEKS TERLIAR

Cerita Sex - Saat ini aku sudah mempunyai niat, apabila Rendi jadi mengajakku keluar, yang pasti akan berakhir di tempat tidur, aku akan berbuat lebih banyak untuk menyalurkan nafsu birahiku yang sangat menyala-nyala ini. Aku harus lebih siap. Aku punya banyak obsesi mengenai bagaimana melakukan berbagai hal di atas ranjang. Dan aku merasa hal-hal itu hanya akan terwujud dengan dan bersama Rendi. Telepon yang kutunggu itu akhirnya berdering juga. Rendi minta agar kami bertemu di Slizer American Steak di kawasan jalan Bitung, Menteng.

Dia mengajakku makan siang di situ. Aku sudah memikirkan baju apa yang akan kupakai untuk pertemuan dengan Rendi hari ini. Aku akan memakai baju yang menurut komentar teman-temanku saat aku memakai baju itu, paling sensual. Rok terusan sampai di dada dengan tali kecil yang menggantung ke bahu. Warnanya merah tua mawar. Bahannya sifon tipis, teman-teman bilang busana itu akan membuat postur tubuhku nampak sangat seksi karena efek dari bahan itu. Agar tidak menyolok saat aku keluar rumah, di luarnya aku memakai blus lengan panjang dengan warna coklat muda. Aku sendiri tidak begitu suka make up yang terlalu menyulitkan, aku lebih senang kesan natural dan simplicity.

Dan itulah yang membuatku jadi nampak cantik alami. "Elegan simplicity", begitu kata temen-temenku yang terpelajar. Pukul 12.00 tepat aku turun dari taksi, dan kulihat Rendi sudah menungguku di depan pintu. Dia keluar untuk turun menjemputku. Aku tahu bahwa Rendi sangat terpesona penampilanku siang itu. Tidak banyak yang bisa diceritakan saat makan siang itu, kecuali Rendi yang matanya terus menerus mengagumi dan menikmati penampilanku. 

"Mbak koq cantiknya luar biasa, kenapa sih. Dulunya makan apa koq sampai bisa jadi cantik dan seksi banget. Kontolku jadi ngaceng berat nih, lihat saja bahu Mbak Adit yang.. selangit deh", begitu terus menerus Rendi mengeluarkan bisikan-bisikannya di tengah orang ramai di Slizer American Resto itu. Aku sangat tersanjung dibuatnya.

AGEN QQ - Hari ini Rendi mengajakku ke Puncak. Dia kebetulan mempunyai hak menempati villa yang dipinjamkan oleh temannya. Aku "no comment" saja. Hatiku kembali tergetar. Aku ingin sekali meraih kenikmatan yang seperti kemarin. Aku ingin sekali merasakan orgasme yang seperti kemarin. Aku ingin sekali mewujudkan berbagai obsesi ranjangku. Aku sangat bernafsu birahi. Tanganku meremas keras-keras tangan Rendi sampai dia mengaduh. Tepat pukul 1.15, dengan Honda Civic Rendi kami telah berada di gerbang tol Jagorawi. Sepanjang jalan Rendi banyak bercanda. Aku sendiri kuakui, agak merasa tegang. Aku terlampau serius hari ini. Aku akan mencoba untuk bersikap lebih santai.  

"Ren, aku tidak bisa tidur lho semalaman", kucoba katakan pada Rendi.  
"Kenapa Mbak?".  
"Ya ini nihh penyebabnya..", aku tekadkan saja untuh menjamah selangkangannya yang berada di belakang kemudi Honda Civicnya.  

Rendi nampak senang atas inisiatifku. "Ooo.. begitu.. boleh Mbak, kalau kangen mau ketemu adikku ini", canda Rendi.  

Aku tidak menyahut tetapi terus saja mengelus selangkangannya itu. Kurasakan tonjolannya semakin membesar dan mengeras. Sebentar-sebentar Rendi memandangku dengan matanya yang tajam menusuk ke hatiku. Rasanya aku semakin sayang saja padanya. Dia tarik handle kursinya hingga posisinya menjauh dari kemudi dan selangkangannya lebih leluasa menerima elusan-elusan tanganku.  

"Keluarin saja Mbak, 'dia' khan juga ingin lihat Mbak", aku tertawa cekikikan. Dan dengan tanpa menunggu perintah berikutnya, kuraih ikat pinggangnya dan kubuka. Kancing-kancing celananya juga kubuka. Demikian juga dengan resluitingnya. Dengan sedikit beringsut Rendi lebih mengendorkan posisinya agar aku dapat lebih mudah merogoh kontolnya.  


AGEN DOMINO99 - Tidak tahu, mengapa aku merasa tidak sabar sekali saat itu. Aku inginnya buru-buru saja untuk meremas dan menyaksikan kontol penuh pesona itu. Kontol yang habis-habisan telah menyihirku. Kontol yang membuatku tak bisa tidur semalaman. Setelah merogoh-rogoh dan menyingkirkan jepitan-jepitan celana dalamnya, kontol itu akhirnya muncul mencuat dari selangkangan Rendi. Untuk kedua kalinya aku melihat pesona itu dengan takjub. Dan baru sekarang aku berkesempatan mengamatinya dengan lebih mendetail. Kueluskan jariku, kutoreh-toreh lubang kencingnya. Kontol itu cepat sekali mengeras hingga berukuran maksimum. Dan kini dapat kulihat apa yang sangat pantas menjadi incaran banyak wanita itu. Indahnya, kepalanya mengkilat tegang. Dan belahan tempat lubang kencingnya juga ikut menegang menantang menunggu jilatan.

Aku agak menahan diri untuk tidak bertindak terlalu jauh, khawatir akan mengganggu Rendi yang sedang menyopir di lajunya jalan tol Jagorawi. Tanganku dengan lembut mengelus kontol perkasa itu. Jari-jariku bermain pada sembarang permukaannya. Aku rasa ukurannya mengingatkanku pada pisang tanduk dari Bogor yang terkenal itu. Aku tak kuasa melepaskan sedetikpun kekagumanku. Setiap kali aku menghela nafas. Rupanya Rendi tahu. Dia memperlambat laju mobilnya dan menepi. 

"Berhenti sebentar ya Mbak", aku tersenyum senang. Setelah berhenti Rendi kembali memundurkan joknya dan lebih memiringkan sandarannya. Tidak maksimum, karena dia juga harus sambil mengamati jalanan, siapa tahu ada polisi jalan tol yang melakukan pengawasan pada mobil-mobil yang nampak bermasalah. Sekarang baru aku punya kesempatan untuk bermain. Aku dekatkan wajahku hingga hidungku bisa menangkap baunya, aku jadi sangat horny. Aku tak tahan lagi. Akhirnya mulutku mendekat dan mencaploknya. Mungkin tidak lebih dari 5 menit kuminta Rendi untuk jalan lagi. Itu sudah cukup untuk sekedar melepas beban keteganganku yang sejak pagi sudah kencang terus.  

"Jalan lagi deh Ren. Rasanya aku kayak orang kehausan banget nih", Rendi tertawa. 

Aku mungkin tertidur sekejap. Ternyata mobil Rendi sudah memasuki halaman villa itu. Nampaknya lumayan. Satu rumah menyendiri dengan taman dan pohon-pohon khas puncak yang dingin. Tak nampak ada seorangpun. Rendi memakirkan mobilnya dan kami turun. Tak lama kemudian ada seorang ibu yang kelihatannya orang setempat yang muncul dan mengucapkan salam. Dia katakan bahwa Samin penjaga rumah sedang ke toko sebelah untuk membeli rokok. Rendi tidak menanyakannya lebih jauh. Dia hanya menunjukkan bahwa kunci rumah villa itu sudah ada di tangannya. Dia menerimanya dari Pak Anggoro pemilik villa tersebut. Kemudian kami naik ke rumah dan Rendi membuka pintu.

Ibu itu kemudian meninggalkan kami kembali ke rumahnya sendiri, bangunan kecil di bagian belakang rumah besar yang kami pakai ini, sebagai bagian dari rumah villa tersebut. Ternyata fasilitas villa ini cukup lengkap. Ada lemari es yang berisi buah-buahan dan minuman dingin. Ada kompor dan lemari dapur yang lengkap dengan sachet kopi, teh, coklat dan sebagainya. Kami memasuki kamar tidur utama. Ruangannya lumayan besar dengan kamar mandi sendiri. Sementara menunggu Samin si penjaga, kami saling berpagutan. Bibir dan lidah kami langsung meliar. Saling menyedot dan menghisap bertukar ludah.  


Rendi memelukku keras hingga pinggangku tertekuk ke belakang. Dan aku sambut dengan pelukan yang keras pula. Kami berpagut seakan telah seabad lamanya tidak berjumpa. Kami berdua nampak bagai orang-orang yang sangat kehausan. Dan aku, tanganku yang sudah tak sabar, langsung saja mencengkeram dan meremas selangkangan Rendi. 

"Eit.., entar kita sedang keasyikan, dia nongol lagi", kata Rendi yang menunggu Samin.  
"Kalau begitu biar aku menyiapkan minuman panas saja dulu", ujarku.  

BANDAR Q - Dengan teko listrik yang ada di situ, aku buat kopi untuk Rendi dan teh panas manis untukku. Aku suguhkan pada Rendi kopinya, seakan aku membuatkan kopi pada Mas Adit suamiku. 

"Sedaapp", kata Rendi sambil mengangkat kakinya ke ujung meja. Pak Samin akhirnya muncul. Rendi berbasa-basi. Dia perkenalkan aku sebagai istrinya. Rendi bilang kami sekedar mampir dari perjalanan ke Bandung, tidak untuk menginap. Pak Samin lantas pamit undur diri. Sehabis meminum kopi, kami langsung masuk ke kamar tidur. Dan kali ini aku yang mencoba untuk bersikap lebih tenang dan sabar. Aku merasa perlu menciptakan suasana nyaman dulu, biar tidak seperti ayam, begitu jantan melihat betinanya langsung saja diperkosa. Dengan penuh kelembutan bak istri yang setia, aku berlutut di lantai dan meraih sepatu Rendi. Aku bukain sepatu dan kaos kakinya satu per satu. Ah.. sungguh suatu surprise untuk Rendi. Dia bilang istrinya tidak pernah melakukan seperti ini. Dan aku juga bilang bahwa aku tak pernah melakukannya untuk suamiku. Ucapan-ucapan terakhir kami ini membuat gelegak nafsu birahi kami berdua melonjak. Rendi langsung turun dari kursinya dan memagut leher, bahu dan kemudian bibirku. Dan muncullah suasana itu.

Rasa kedekatan, kemesraan, ketulusan dan keintiman yang mengantarkan dan mengawali kenikmatan selingkuh seorang istri dengan teman suaminya. Edan memang. Dan kemudian dengan mesra pula Rendi menurunkan tali gaun sifonku sehingga busanaku yang tipis selembut sutra ini langsung merosot ke bawah dan menunjukkan dadaku yang indah terbungkus BH Animale-ku. Kembali bibirnya langsung memagut bahuku yang putih mulus dengan penuh nafsu birahinya. Aku menggeliat. Dengan tetap lesehan di lantai villa itu, Rendi melucuti seluruh busanaku kecuali BH dan celana dalamku. Demikian pula aku terus melanjutkan melepaskan celana panjang dan kemejanya. Dan kutinggalkan pula celana dalamnya. Rupanya kami memiliki keinginan yang sama. Saling melihat lawan selingkuhnya tetap menggunakan pakaian dalamnya. Tentunya ini merupakan salah satu konsep seni dalam bercinta.

Dengan meneruskan bermain di lantai, Rendi merebahkan dirinya dan menarik tubuhku menindih tubuhnya. Kami kembali berpagut. Tetapi tak terlalu lama. Kini aku mulai melaksanakan impianku. Bibirku kulepas dari bibirnya. Dengan terus mencium dan menjilati mulutku dan kemudian merambat ke dagunya, yang terasa kasar di bibir dan lidahku dikarenakan bulu-bulu dagunya yang habis dicukur, terus merambat, merambah lehernya. Tercium aromanya yang semerbak. Kusedot lehernya hingga Rendi menggelinjang dan mendesah. Dengan tanganku masih memeluk kedua lengannya dan kemudian turun ke arah ketiak dan dadanya, bibir dan lidahku terus meluncur ke bukit gempal dadanya. Aku sangat menikmati saat lidahku menjilat yang kemudian diseling dengan bibirku yang menyedot untuk menyerap rasa asin keringat tubuh Rendi. Saat aku menjilat puting-putingnya, tangan Rendi mengelus rambutku. Dengan cara itu bangkitlah rasa saling sayang antara aku dengan Rendi.

BANDAR POKER ONLINE - Sesekali tangan Rendi menyibakkan rambut panjangku agar tidak mengganggu kenikmatanku dalam menggigit dan menyedot kedua putingnya itu. Dari dada, bibir dan lidahku menyisir ke samping kanan kemudian kiri. Sasaranku kini adalah menjilati dan membuat kuyup ketiak Rendi yang nampak ditumbuhi bulu-bulu yang membuatnya nampak sangat seksi. Dan saat hidungku sempat tenggelam dalam lembah ketiaknya, aku rasakan betapa nikmat sedapnya ketiak lelaki ini. Aku menggoyangkan pantatku.  

Kemudian setelah memuaskan diriku dengan ketiak Rendi, bibir dan lidahku merambah perutnya. Kujilat dan kusedot pusarnya. Kujilati seluruh permukaan perutnya. Kegelian yang nikmat pasti telah menyerang Rendi. Dia mendesah dan mengaduh, dan badannya menggeliat-geliat menahan perasan geli. Turun dari pusarnya aku menemui bulu-bulu yang semakin turun semakin merimbun. Tidak ada semilipun yang terlewat dari bibir dan lidahku. Kembali aku beringsut untuk memposisikan tubuhku agar tepat mengarah ke selangkangannya.  

Dan saat sampai di sana, aku benamkan seluruh wajahku. Aku ciumi celana dalamnya yang telah menampakkan tonjolan kontolnya yang besar dan panjang. Disini aku menggigit dan mengisapnya hingga ludahku membasahi celana dalamnya. Sungguh nikmat bau selangkangan Rendi. Dengan celana dalamnya yang belum dibuka, aku mendekatkan mukaku ke tempat luar biasa itu. Tangan Rendi terus mengelus kepala dan rambutku. Dan sesekali menyibakkan rambut panjangku agar tidak menggangu kenikmatan birahiku dan tentu saja demi kenikmatan dia sendiri juga

Aku menjadi sangat ketagihan menciumi bau selangkangannya. Di lipatan paha dengan perut sebelah kanan dan kiri itu aku mendapatkan sensasi erotik sendiri. Saat bibir dan lidahku menyedot dan menjilati lebih turun lagi lipatan itu hingga mendekati lantai villa, tanganku mengisyaratkan agar Rendi mengangkat kedua pahanya ke atas dan terus melipatnya hingga lututnya menyentuh dadanya. Dan kini yang nampak adalah akhir paling bawah celana dalamnya yang langsung menutupi pada arah analnya.

Inilah sasaran impianku. Menciumi wilayah anal Rendi yang masih terbungkus celana dalamnya. Dan bau yang khas pada daerah itu samar-samar mulai tertangkap hidungku. Dengan setengah menungging dan dengan kedua tanganku memeluk kedua pangkal bokong dan pahanya itu, seluruh wajahku terus menyungkup dan menciumi akhir celana dalam Rendi itu.  

"Mbak.. Mbak Marinii.. pinter banget sihh..".  

Rendi mendapatkan kenikmatan yang luar biasa dariku, istri Mas Adit, teman sekantor sekaligus atasannya. Dan kembali dengan isyarat tanganku yang mendorong agar dia berbalik tengkurap, Rendi menurunkan lipatan kakinya dan bergerak tengkurap. Tetapi saat dalam posisi setengah menungging, dia kutahan. Bahkan kuangkat sedikit agar dia benar-benar menungging. Rupanya Rendi tahu apa yang sangat kutunggu selama ini. Dengan kepalanya yang berbantalkan lantai, dia kini benar-benar menungging dengan menghadapkan pantatnya yang putih itu tepat di depan mukaku. Dan itulah yang kumau. Aku mendekatkan wajahku ke pantat itu.


DOMINO ONLINE UANG ASLI - Sungguh menjadi sensasi erotik yang baru pertama kudapatkan seumur hidupku. Kini aku siap menciumi pantat Rendi. Dengan cepat bau anal Rendi menyergap hidungku. Kususurkan kembali wajah, hidung, bibir dan lidahku ke belahan pantat Rendi. Kubuat kuyup celana dalamnya dengan lidah dan ludahku. Kuhisap-hisap basah tersebut dengan khayalan akan keringat dan serpihan dari duburnya yang bisa kuraih, kukenyam-kenyam dan kutelan untuk membagi kenikmatan pada tenggorokanku. Kemudian dengan gigi, kucoba untuk menurunkan celana dalam Rendi dari tempatnya. Kukuak sedikit demi sedikit. Dan pada setiap kuakan kujulurkan lidahku untuk menjilati bukit pantat telanjangnya. Setiap kali kuulangi hingga rona merah dengan kerutan-kerutan halus yang mengarah ke titik pusat duburnya muncul terjangkau mata dan hidungku. Baunya yang khas semakin menyengat. Bulu-bulu cukup rimbun tampak mengitari lubang duburnya.

Cerita Porno - Aku tidak tahan untuk menunda lidahku, aku mulai melumati dubur Rendi. Aku merasakan ada semacam cairan. Itulah cairan analnya. Bukan basah tetapi juga tidak kering. Cairan itu agak terasa lengket-lengket, Dan saat kujilat aku merasakan sepatnya. Aku menjadi sangat bernafsu. Dengan liar hidung, bibir dan lidahku melahap kawasan pantat dan dubur Rendi. Tanganku langsung menurunkan celana dalamnya hingga seluruh onggokan pantat Rendi menjadi utuh telanjang sudah. Mukaku langsung kubenamkan dalam-dalam ke celahan pantatnya itu. Hidung dan bibirku menjadi sibuk menciuminya. Dan lidahku pun tak pernah berhenti menjilatinya. 

Untuk pertama kalinya menjilati dubur, dan itu adalah dubur Rendi teman suamiku sendiri, sungguh merupakan sensasi erotis bagiku. Dalam menghadapi Rendi ini aku mendapatkan pengalaman erotis yang sungguh-sungguh membuat segala perasaan ragu-ragu dan rasa jijikku saat mengulum kontol, meminum sperma, menjilat pantat dan dubur lelaki seperti Rendi ini hilang sudah. Aku sendiri heran juga. Koq bisa. Sedangkan pada suamiku sendiri, membayangkannya saja bisa dipastikan aku akan muntah-muntah. Tetapi memang pantat dan dubur Rendi luar biasa. Dengan kulitnya yang putih bersih, pantat dan dubur Rendi menjadi perangsang libidoku yang hebat. Aku jadi seperti terkena narkoba. Aku mabuk kepayang. Mabuk dalam nikmatnya nafsu birahi yang disebabkan tindakanku menjilati dubur lelaki pasangan selingkuhku. Dan pada akhirnya Rendilah yang tidak tahan. Rangsangan yang hebat dia rasakan dari setiap jilatan lidahku pada duburnya itu.

Lidahku yang terus menusuk pantatnya seakan ingin menembusinya membuat Rendi berkelojotan sperti disentuh besi panas. Dengan setengah histeris dia minta aku menghentikannya. Dan Rendi buru-buru bangkit dari lantai sambil meraih dan mengangkat tubuhku menuju ranjang. Mulai dengan tubuhnya yang menindih tubuhku, kami langsung bergumul. Saling sedot, saling jilat, saling gigit, saling isap. Dan kini dia berganti posisi menjadi dominator. BH-ku dilepaskannya dengan mulutnya yang menggigit tali-talinya dan menariknya hingga dadaku terbuka. Payudaraku yang tampak langsung dia mainkan. Aktifitas bibir dan lidahnya membuatku menjadi cacing yang kepanasan. Aku bergerak menggelinjang dan menggeliat-geliat menahan hebatnya rangsangan seksual saat puting susuku dikulumnya. 

"Ampun Rendii, ampun Rendi, Renddiikuu sayangg.. ampunn..", aku terus meracau menahan nikmatnya. 

Kemudian jilatan dan sedotannya turun ke perutku. Pusarku di lumatnya. Terus meluncur lagi ke bawah pusar. Terus turun lagi. Celana dalamku dia gigit dengan gemas. Dia tarik-tarik ke bawah dan diturunkannya hingga ke lututku. Dia benamkan wajahnya ke selangkanganku. Diciuminya bulu-bulu tipisku. Karena pahaku belum terbuka sepenuhnya, dia kembali ke celana dalamku. Di tariknya hingga lepas satukaki dan ditinggalkannya pada kakiku satunya. Sekarang dia bisa mengangkangkan pahaku untuk mendapatkan selangkanganku yang terbuka. Kembali dia benamkan wajahnya ke selangkanganku yang sangat wangi oleh campuran keringat dan parfumku. Rendi benar-benar menjadi liar. Dia mainkan terus celah-celah dan lipatan selangkanganku yang pasti baunya sangat merangsangnya. Dan aku benar-benar telah melayang ke langit ke tujuh.

Aku menggoyang-goyangkan kepalaku ke kanan dan ke kiri menahan kenikmatan itu. Aku juga terus menerus meracau dan mendesah-desah. Kujambak rambut Rendi keras-keras. Pasti pedih akibatnya pada kulit kepalanya. Tetapi rupanya itu juga menjadi kenikmatan tersendiri pula baginya. Kemudian, rasanya Rendi sudah tak mampu lagi menahan kontolnya yang ingin segera menembus nonokku. Rendi lepaskan wajahnya dari selangkanganku dan merangsek naik menindih tubuhku. Dengan memagut bibirku kuat-kuat, tangannya memegang kontolnya yang aduhai itu, mengarahkannya ke nonokku yang dengan cepat pula kuraih. Kontol itu kutepatkan posisinya pada lubang vaginaku dan, bless.., Oohh.. legit sekali. Kontol besar panjang nikmat bertemu dengan vagina yang basah tetapi sempit. Aku terlempar kembali ke sejuta langit kenikmatan. Kupeluk tubuh Rendi dengan penuh hangatnya birahi dan nafsuku.

Cerita Dewasa - Pantatku kugoyangkan untuk menenggelamkan sepenuhnya kontol Rendi ke dalam vaginaku. Dinding-dinding vaginaku langsung terasa menguncup meremasi batangan kontol besar itu. Saraf-daraf pekaku bergerak menjepit dan melumat ketat batangan itu seakan tidak akan dilepaskannya lagi. Dan saat Rendi menariknya ke atas untuk kembali ditusukkannya, tak bisa kuhindarkan lagi teriakan nikmatku. Aku mendengus-dengus seperti sapi betina. Kuangkat kakiku untuk menjepit pinggul Rendi dan pantatku naik turun dengan cepat menjemput dan menarik kontol Rendi dalam vaginaku. Seluruh tubuhku bergetar dengan hebat. Rendi langsung memompa dengan cepat dan keras. Batang kontolnya terasa seperti batu panas yang terus naik turun dan keluar masuk dengan hebat di vaginaku. Ciuman dan lumatan gilanya bersambut dengan lumatan gilaku juga. Kami berdua tenggelam dalam gelombang kenikmatan yang bertalu-talu.

Akhirnya Rendi yang tak mampu bertahan lagi, memuntahkan spermanya langsung ke dalam vaginaku. Aku sepenuhnya tidak keberatan. Bahkan sangat merindukan untuk merasakan hangatnya semburan sperma Rendi dalam vaginaku ini. Aku menyambutnya dengan terus menggoyang-goyang pantatku dan vaginaku memerasnya hingga seluruh sperma Rendi habis. Dan tepat pada saat tetes terakhir sperma Rendi, aku kembali merasakan desakan nikmat seperti akan kencing seperti halnya yang kurasakan kemarin di rumah. Aku akan meraih kembali orgasmeku yang sejak 15 jam terakhir sungguh-sungguh kunantikan. Dan saat orgasme datang, aku sudah tak sadar lagi, betapa emosiku yang langsung meledak oleh nafsu birahiku dengan tak sadar telah menancapkan dan menggoreskan kukuku ke punggung Rendi. Persetan. Rendi berteriak kesakitan atas goresan di punggungnya itu. Tetapi dia teruskan saja kocokkan kontolnya dalam upaya membantuku meraih kepuasan orgasmeku. Begitu usai kami berdua langsung jatuh tergolek di kasur. Tangan-tangan kami terentang untuk menghela nafas-nafas kami agar mudah menarik oksigen villa Bogor yang sejuk ini.

Aku dan Rendi terlelap beberapa waktu. Saat aku terbangun jam sudah menunjukkan pukul 5.10 sore. Kubangunkan Rendi. Rasanya masih enak untuk terus tidur. Tetapi kami takut kemalaman sampai Jakarta. Hari ini kami harus cukup puas dengan hanya sekali mendayung kenikmatan dalam lautan perselingkuhan yang nikmat ini. Dan aku langsung sepakat saat Rendi mengajakku untuk terus mengisi hari-hari sebelum Mas Adit pulang untuk bersama mengarungi samudra nikmatnya perselingkuhan ini. Besok dia akan kembali menunggu di suatu tempat yang belum ditentukannya. Dia berjanji akan meneleponku besok pagi. Pukul 8 malam, dengan taksi Blue Bird aku sudah sampai di rumah kembali. Aku turun dari taksi tanpa lupa kembali memakai blus lengan panjangku untuk menyembunyikan gaun sensualku yang menampakkan bahu mulusku. Malam itu aku tidur sangat nyenyak dengan mimpi-mimpi indahku.

Setelah aku meminum segelas besar juice tomat ditambah semangkuk sedang yoghurt campur madu aku, langsung tertidur dan di jemput mimpiku. Aku sepertinya sedang terbang di atas awan yang tinggi. Di bawah sana kulihat Mas Adit berada di bukit yang luas dengan rumput yang sangat hijau. Kulihat dia membawa kertas-kertas catatan dan blue print proyek. Dengan topi helm proyeknya dia menengadah ke atas, melihatku dan melambaikan tangannya. Aku datang dan kami langsung berpelukan. Lama bibirnya melumat bibirku. Kemudian rasanya aku menerima roll meter darinya. Aku berlari ke ujung bukit menarik roll meter itu mengukur panjangnya halaman. Kemudian aku berlari kembali ke pelukannya.  

Cerita Mesum - Sesaat Mas Adit melepaskan pelukannya untuk beranjak menuju semak rerumputan yang penuh bunga liar. Dia petik setangkai dan diciumnya. Kemudian dia serahkan bunga itu kepadaku. Aku ikut menciumnya. Dia buka blue print di tangannya. Itu adalah gambar rumah kami. Rumah mungil di atas bukit. Ada burung-burung yang terbang bebas. Ada luncuran anak yang berwarna biru. Ada tanaman cabai yang menjadi kesukaan kami berdua. Aku terbangun karena suara teleponku yang berdering. Kulihat jam menujukkan pukul 9.05 pagi. Aku telah tertidur lebih dari 10 jam. Aku turun dengan dengan cepat dari ranjang menghampiri pesawat telepon dan kuraih.

Di ujung sana kudengar suara Mas Adit. "Kemarin aku telepon berkali-kali seharian. Kamu ke mana?", agak geragapan juga aku menjawabnya. "Ini Mas, aku ke Senen, nyarikan kado buat anaknya Pak Targo tetangga kita yang berulang tahun. Terus aku antarkan dan yaa, jadinya ngobrol sama ibunya sampai jam 8 malam", demikian lancarnya untuk aku yang tidak pernah membohongi suamiku selama ini.  

Mas Adit tidak lagi mempersoalkan hilangnya aku kemarin. Dia berkata bahwa kemungkinan ia akan pulang pada hari Senin. Dan dia ulangi lagi bahwa kain tenun yang kuimpikan juga sudah diperolehnya. 

"Kini aku sudah tidak mengimpikan lagi kain tenun itu. Kini aku lebih senang mengimpikan kontol Rendi yang besar, panjang dan kepalanya yang mengkilap itu, Mass", ujarku (dalam hati, tentunya). 

Saat aku mandi, kembali telepon berdering. Aku pastikan bahwa ini dari Rendi, dan ternyata memang benar.   

"Kamu mau makan apa siang ini, Mbak?".  
"Terserah Rendi saja".  
"Mau Ribnya Tony Romas atau gado-gado pasar Blopo".  
"Gado-gado? Boleh juga".  
"Gado-gado saja Ren, lagian tidak terlalu jauh dari rumahku".  

Hari ini aku memilih mengenakan celana jeans ketatku, dengan blus kaos oblongku yang pendek modelnya, yang memang didesain untuk memperlihatkan pusar pemakainya. Aku memang ingin menunjukkan pusarku pada Rendi agar nafsu birahinya terbakar lebih hebat lagi.


Bersambung.............

PETUALANGAN SEKS TERLIAR By BokepTerkini.comcerita dewasa, cerita panas, cerita sex, cerita mesum, cerita porno, cerita bokep indo, cerita ngentot, kisah pengalaman seks

close
 photo baneergarisnegaraqq1_zpsuusvdv2c.gif