Kumpulan Cerita Bokep Online Terpanas di Indonesia.

cerita sex, cerita dewasa, cerita mesum, cerita ngentot, cerita panas, cerita sex sedarah

Kuperkosa Kakak Iparku Yang Seksi | BOKEP TERKINI | BANDAR Q ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | AGEN QQ | AGEN DOMINO99 | DOMINO ONLINE UANG ASLI

NEGARAQQ.COM AGEN DOMINO ONLINE DOMINO ONLINE UANG ASLI AGEN DOMINO99 TERPERCAYA DI INDONESIA | BANDAR Q ONLINE | BANDAR POKER ONLINE | AGEN QQ | AGEN DOMINO99 | DOMINO ONLINE UANG ASLI


NEGARAQQ.NET  - Setelah sebelumnya ada kisah 'Kenangan Indah Ngentot Bersama Pacar di Kostan',  kali ini ada cerita seks "Kuperkosa Kakak Iparku Yang Seksi". Selamat membaca dan menikmati cerita khusus dewasa ini. 

Kejadian ini berlangsung kira-kira 3 tahun yang lalu, waktu itu aku diminta oleh ibu mertua untuk mengambil suatu barang di rumah kakak ipar perempuanku sekalian menjenguk dia karena sudah lama tidak ketemu. Kakak iparku ini (sebut saja namanya Ema) memang tinggal sendirian, walaupun sudah kawin tetapi belum punya anak dan saat ini sudah pisah ranjang dengan suaminya yang kerja di kota lain.

Aku sampai di rumahnya sekitar jam 20:00 dan langsung mengetuk pintu pagarnya yang telah terkunci. Dan tidak lama kemudian Ema muncul dari dalam dan sudah tahu bahwa aku akan datang malam ini.
"Ayo Don, masuk..., langsung dari kantor?, Sorry pintunya sudah digembok, soalnya Ema tinggal sendiri jadi harus hati-hati", Sambutnya.

BANDAR POKER ONLINE  - Ema malam ini telah memakai daster tidur karena toh yang bakalan datang juga masih terhitung adiknya, daster yang dia pakai mempunyai potongan leher yang lebar dengan model tangan 'you can see'. Kami kemudian ngobrol dan nonton TV sambil duduk bersebelahan di sofa ruang tengah. Selama ngobrol, Ema sering mondar mandir mengambil minuman dan snack buat kita berdua. Setiap dia menyajikan makanan atau minuman di meja, secara kebetulan aku mendapat kesempatan melihat kedalam dasternya yang menampilkan kedua payudaranya secara utuh karena Ema tidak memakai BH lagi dibalik dasternya. Ema memang lebih cantik dari istriku, tubuhnya mungil dengan kulit yang putih dan rambut yang panjang tergerai. Walaupun sudah kawin cukup lama tapi karena tidak punya anak tubuhnya masih terlihat langsing dan ramping.

Payudaranya yang kelihatan olehku, meskipun tidak terlalu besar namun tetap padat dan membulat. Melihat pemandangan begini terus-menerus, otakku mulai tidak bisa berpikir jernih lagi dan puncaknya tiba-tiba kusergap dan kutindih Ema di sofa sambil berusaha menciumi bibirnya dan meremas-remas payudaranya.

Ema kaget dan menjerit,"Don, apa-apaan kamu ini!".

Dengan sekuat tenaga dia mencoba berontak, menampar, mencakar dan menendang-nendang. Tapi perlawanannya membuat birahiku semakin tinggi apalagi karena gerakannya itu pakaiannya menjadi makin tidak karuan dan semakin membuatku terangsang.

"Brett...",daster bagian atas kurobek ke bawah sehingga sekarang kedua payudaranya terpampang dengan jelas. Putingnya yang berwarna coklat tua terlihat kontras dengan kulitnya yang putih bersih.

Ema terlihat shock dengan kekasaranku, perlawanannya mulai melemah dan kedua tangannya berusaha menutup dadanya yang terbuka.,

"Don..,ingat, kamu itu adikku...", rintihnya memelas.
 https://goo.gl/cIMsy0
 Aku tidak mempedulikan rintihannya dan terus kutarik daster yang sudah robek itu ke bawah sekaligus dengan celana dalamnya yang sudah aku tidak ingat lagi warnanya. Sekarang  dapat kulihat dengan jelas vaginanya yang ditumbuhi dengan bulu-bulu hitam yang tertata dengan rapi.

Setelah berhasil menelanjangi Ema, kulepaskan pegangan pada dia dan berdiri di sampingnya sambil mulai melepaskan bajuku satu persatu dengan tenang. Ema mulai menangis sambil meringkuk di atas sofa sambil sebisa mungkin mencoba menutupi badannya dengan kedua tangannya.Saat itu pikiranku mulai jernih kembali menyadari apa yang telah kulakukan tapi pada titik itu, aku merasa tidak bisa mundur lagi dan aku putuskan untuk memperlakukannya lebih halus.

Setelah aku sendiri telanjang, kubopong tubuh mungil Ema ke kamarnya dan kuletakkan dengan lembut di atas ranjang. Dengan halus kutepiskan tangannya yang masih menutupi payudara dan vaginanya, kemudian aku mulai menindih badannya. Ema tidak melawan. Ema memalingkan muka dengan mata terpejam dan berurai air mata setiap kali aku mencoba mencium bibirnya. Gagal mencium bibirnya, aku teruskan menciumi telinga, leher dada dan berhenti untuk mengulum puting dan meremas-remas payudara satunya lagi. Ema tidak bereaksi.

Aku lanjutkan petualangan bibirku lebih ke bawah, perut dan vaginanya sambil merentangkan pahanya lebar-lebar terlebih dahulu.Aku mulai dengan menjilati dan menghisap clitorisnya yang cukup kecil karena sudah disunat. Ema mulai bereaksi. Setiap kuhisap clitorisnya Ema mulai mengangkat pantatnya mengikuti arah hisapan.

Kemudian dengan lidah, kucoba membuka labia minoranya dan memainkan lidahku pada bagian dalam liang senggamanya. Tangan Ema mulai meremas-remas kain sprei sambil menggigit bibir.Ketika vaginanya mulai basah kumasukkan jari menggantikan lidahku yang kembali berpindah ke puting payudaranya. Mula-mula hanya satu jari kemudian disusul dua jari yang bergerak keluar masuk liang senggamanya.

Ema mulai berdesah dan memalingkan mukanya ke kiri dan ke kanan. Sekitar dua atau tiga menit kemudian aku menarik tanganku dari vaginanya. Merasakan ini, dia membuka matanya (yang selama ini selalu tertutup) dan menatapku dengan pandangan penuh harap seakan ingin diberi sesuatu yang sangat berharga tapi tidak berani ngomong.

Aku segera merubah posisi badanku untuk segera menyetubuhinya. Melihat posisi 'tempur' seperti itu, pandangan matanya berubah menjadi tenang dan kembali menutup matanya. Kuarahkan penisku ke bibir vaginanya yang sudah berwarna merah matang dan sangat becek itu. Secara perlahan penisku masuk ke liang senggamanya dan Ina hanya mengigit bibirnya.Tiba-tiba tangan Ema bergerak memegang sisa batang penisku yang belum sempat masuk, sehingga penetrasiku tertahan.

"Don, kita tidak boleh melakukan hal ini....", Kata Ema setengah berbisik sambil memandangku.
Tapi waktu kulihat matanya, sama sekali tidak ada penolakkan bahkan lebih terlihat adanya birahi yang tertahan. Aku tahu dia berkata begitu untuk berusaha memperoleh pembenaran atas perbuatan yang sekarang jadi sangat diinginkannya."Tidak apa-apa, kita kan bukan saudara kandung, jadi ini bukan incest, Jawabku.

"Nikmati saja dan lupakan yang lainnya".
Mendengar perkataanku itu, Ema melepaskan pegangannya pada penisku yang sekaligus aku tangkap sebagai instruksi untuk melanjutkan 'perkosaannya'. Dalam 'posisi standar' itu aku mulai memompa Ema dengan gerakan perlahan, setiap kali penisku masuk, aku ambil sisi liang senggama yang berbeda sambil mengamati reaksinya. Dari eksperimen awal ini aku tahu bahwa bagian paling sensitif dia terletak pada dinding dalam bagian atas yang kemudian menjadi titik sasaran penisku selanjutnya.

Strategi ini ternyata cukup efektif karena belum sampai dua menit Ema sudah orgasme, tangannya yang asalnya hanya meremas-remas sprei tiba-tiba berpindah ke pantatku.Ema dengan kedua tangannya berusaha menekan pantatku supaya penisku masuk semakin dalam, sedangkan dia sendiri mengangkat dan menggoyangkan pantatnya untuk membantu semakin membenamnya penisku itu. Untuk sementara kubiarkan dia mengambil alih Agen  Domino99 .

"sshh...., aahh", rintihnya berulang-ulang setiap kali penisku terbenam.

Setelah Ema mulai reda, inisiatif aku ambil kembali dengan merubah posisi badanku untuk style 'pumping flesh' untuk mulai memanaskan kembali birahinya yang dilanjutkan dengan style 'stand hard' (kedua kakinya dirapatkan, kakiku terbuka dan dikaitkan ke betisnya). Style ini kuambil karena cocok dengan cewek yang bagian sensitifnya seperti Ema dimana vagina tertarik ke atas oleh gerakan penis yang cenderung vertikal. Ema mengalami dua kali orgasme dalam posisi ini.

Ketika gerakan Ema semakin liar dan juga aku mulai merasa akan ejakulasi aku rubah stylenya lagi menjadi'frogwalk' (kedua kaki Ina tetap rapat dan aku setengah berlutut/berjongkok). Dalam posisi ini setiap kali aku tusukkan penisku, otomatis vagina sampai pantat Ema akan terangkat sedikit dari permukaan kasur menimbulkan sensasi yang luar biasa sampai pupil matanya cuma terlihat setengahnya dan mulutnya mengeluarkan erangan bukan rintihan lagi.

"Ma, aku sudah mau keluar. Di mana keluarinnya?", Kataku sambil terus memompa secara pelan tapi dalam. "ddi dalam saja...., di dalam saja, aahh..., jangan pedulikan", jawabnya ditengah erangan kenikmatannya.
"Aku keluar sekarraang....", teriakku.

Aku tekan vaginanya keras-keras sampai terangkat dari kasurnya dan cairan kenikmatan tersemprot dengan kerasnya yang menyebabkan untuk sesaat aku lupa akan dunia.
"Jangan di cabut dulu Don....", bisiknya.

Sambil mengatur napas lagi, aku rentangkan kembali kedua paha Ema dan aku pompa penisku pelan-pelan dengan menekan permukaan bawah vagina pada waktu ditarik. Dengan cara ini sebagian sperma yang tadi disemprotkan bisa dikeluarkan lagi sambil tetap dapat menikmati sisa-sisa birahi. Ema menjawabnya dengan hisapan-hisapan kecil pada penisku dari vaginanya.

"Don, kenapa kamu lakukan ini ke Ema?", tanyanya sambil memeluk pinggangku.
"Kamu sendiri rasanya gimana?", aku balik bertanya.

"Mulanya kaget dan takut, tapi setelah kamu berubah memperlakukan Ema dengan lembut tiba-tiba birahiku terpancing dan akhirnya turut menikmati apa yang belum pernah  kurasakan selama ini termasuk dari suami aku", Jawabnya.

Kita kemudian mengobrol seolah-olah tidak ada kejadian apa-apa dan sebelum pulang kusetubuhi Ema sekali lagi, kali ini dengan sukarela. Sejak malam itu, aku 'merawat' kakak iparku dengan memberinya nafkah lahir dan batin menggantikan suaminya yang sudah tidak mempedulikannya lagi. Ina tidak pernah menuntut lebih karena istriku adalah adiknya dan aku membalasnya dengan menjadikan 'pendamping tetap' setiap aku pergi ke luar kota atau ke luar negeri.

close
 photo baneergarisnegaraqq1_zpsuusvdv2c.gif